News Update :

Dunia Internet

Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Telaga Ajaib

Headline

ALKISAH di suatu negeri dongeng terdapat sebuah telaga ajaib yang dapat mengabulkan permintaan seseorang untuk mengubah dirinya sesuai yang diidolakan. Caranya, cukup dengan meneriakkan permintaan sambil menceburkan diri ke telaga.

Kabar itu terdengar oleh tiga nenek ganjen yang ingin kembali seperti gadis belia. Datanglah ketiga nenek tersebut ke tepi telaga, dan mereka berlari sambil meneriakkan artis idolanya.

Nenek Pertama: "Sambil berlari dan berteriak, 'Madonna!'"

Seketika itu juga sang nenek berubah seluruh badannya mirip seperti Madonna.

Disusul oleh nenek Kedua: "Britney Spears...." Seketika itu pun berubah mirip Britney Spears.

Nah saat giliran nenek ketiga, dengan semangatnya dan tidak sabar ingin seperti rekan-rekannya. Namun sial ketika berlari ke arah telaga, si nenek yang latah ini tersandung batu.

Sambil menyebur sang nenek spontan menyebut alat kelamin laki-laki. Maka saat muncul ke permukaan, si nenek berubah menyerupai bentuk senjata laki-laki, yang tentunya sebesar nenek-nenek.

Jangan Ambil Tanganku Pa.....


Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkiran mobil, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja motor karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..

5 Kisah Seram Dibalik Dongeng Terkenal Dunia

Anda tentu sudah sering mendengar tentang kisah hidup Cinderella yang tadinya dikenal dengan Upik Abu yang penuh derita, kemudian berubah menjadi Putri Kerajaan yang cantik jelita. Anda pun sudah sering mendengar tentang kisah Hansel dan Gretel yang ditinggal oleh orang tuanya di dalam hutan.

Cerita-cerita menjelang tidur itu memang sangat menghibur dan membawa kenangan masa kecil yang begitu indah. Namun tahukah Anda bahwa dongeng-dongeng tersebut pada awalnya bukan begitu ceritanya. Dalam sebuah buku berjudul The Most Creepy Fairy Tales, dongeng-dongeng itu ternyata awalnya dibuat dengan cerita yang sangat mengerikan dan menakutkan. Beruntunglah kita tidak pernah mendengar kisah sebenarnya dari dongeng-dongeng itu, karena telah dimodifikasi sedemikian rupa (terima kasih untuk HC Anderson, Brother Grimms, dan Walt Disney yang telah mengubah kisah horor itu menjadi dongeng anak-anak yang menyentuh hati). Jika tidak, mungkin masa kecil kita tidak seindah yang kita ingat. Berikut ini adalah kisah sebenarnya dari dongeng-dongeng populer tersebut :


1. SNOW WHITE & SEVEN DWARFS



Ucapan terima kasih perlu kita alamatkan pada Walt Disney yang telah mengubah kisah Putri Salju dan 7 Kurcaci ini menjadi sebuah cerita yang legendaris seperti yang kita ketahui saat ini. Dalam versi asli epik ini, dikisahkan bahwa Ratu meminta bawahannya untuk menghabisi Putri Salju. Dan sebagai bukti kalau Putri Salju telah terbunuh, sang bawahan harus membawa jantung Putri Salju. Saat melepaskan Putri Salju, Bawahan Ratu membunuh rusa dan membawa jantung rusa itu ke hadapan Ratu, serta mengakui jantung itu milik Putri Salju. Sang Ratu lalu memakan jantung Putri Salju dan berharap kecantikan Putri Salju berpindah padanya.

Di akhir cerita, dikisahkan bahwa Putri Salju yang tewas setelah makan apel beracun, hidup lagi berkat ciuman seorang Pangeran. Setelah Putri Salju diboyong ke istana, sang Ratu dihukum. Namun berbeda dengan versi yang anda ketahui, hukuman untuk Sang Ratu sangatlah kejam. Kakinya dipasung dengan sepatu besi dan si Ratu dipaksa menari sampai mati di hadapan Putri Salju.


2. CINDERELLA :



Kisah lain yang cukup populer di masa kanak-kanak kita adalah Cinderella alias Si Upik Abu. Dalam versi aslinya, saat Pangeran mencari pemilik sepatu kaca, Ibu Tiri Upik Abu berusaha sangat keras agar anak-anaknya terpilih sebagai pemilik sepatu. Putri yang kakinya kebesaran, jari-jarinya dipotong agar muat. Sementara Putri yang kakinya kekecilan, kakinya digilas dengan roda gerobak kuda yang sangat berat (dari sinilah sebenarnya muncul istilah "Pain for Beauty"(Biar Sakit Asal Cantik)). Pada akhirnya, cara itu tidak berhasil karena Sepatu Kaca itu tetaplah tidak muat untuk kedua kakak-beradik itu.

Ketika Sang Pangeran menemukan bahwa pemilik sepatunya adalah Cinderella, maka murkalah dia, dan segera memerintahkan burung elang peliharaannya untuk mematuk dan memakan mata Ibu Tiri Cinderella, kemudian mengusir Ibu Tiri dan adik-adik tirinya dari kota. Sang Ibu Tiri dan adik tiri Cinderella pada akhirnya menjadi pengemis yang tinggal di luar kota.


3. HANSEL & GRETEL



Kisah rekaan Brother Grimms ini awalnya dibuat untuk orang dewasa. Namun karena tidak populer, akhirnya diubah versinya dan disesuaikan untuk anak-anak. Dalam versi dewasanya, Hansel dan Gretel diceritakan sering disiksa oleh orang tuanya yang psycho. Sang ayah sering menyambuk mereka dan sang ibu suka melukai kedua anak itu dengan menyayat kulit mereka dan tertawa-tawa saat melihat darah mengalir keluar dari kulit yang tersayat itu.
Saat kedua anak itu kabur dari rumah, keduanya bertemu rumah yang terbuat dari permen / coklat, yang tidak lain adalah milik Tukang Sihir. Yang mengejutkan, Sang Tukang Sihir adalah Kanibal yang pada akhirnya membunuh dan memakan mereka.
Hansel & Gretel adalah kisah pertama yang mengangkat tema kanibalisme.


4. LITTLE RED RIDING HOOD



Kisah klasik ini sebenarnya diangkat dari kisah nyata tentang penyerangan seekor srigala pada seorang anak perempuan berkerudung merah. Kejadian ini terjadi pada abad 18 di daerah Eropa. Waktu itu dikisahkan seorang anak disuruh orang tuanya mengunjungi nenek mereka yang sakit dan tinggal di hutan. Awalnya, anak itu disuruh pergi subuh-subuh. Namun entah mengapa, sang anak memutuskan pergi tengah malam. Akibatnya, dia dikejar oleh srigala. Memang si anak lolos dari kejaran srigala dan berhasil tiba di rumah neneknya dengan selamat. Namun yang tidak diduga olehnya, ternyata ada seekor srigala yang telah memakan sang nenek dan bersembunyi di dalam rumah. Dan ketika si anak itu tiba di rumah, sang serigala segera menghabisi anak malang itu.

Kisah asli Little Red Riding Hood nyaris difilmkan secara utuh dalam film Hoodwinkled. Namun berhubung film itu dikhususkan untuk anak-anak, akhirnya versinya diubah dengan mengikuti alur sesuai dengan cerita yang kita ketahui saat ini. Jika tidak.... mungkin Anda akan termuntah-muntah saat menontonnya.

5. THE LITTLE MERMAID :



"Under the sea.... under the sea..." Yeah... Anda tentu ingat lagu yang dinyanyikan oleh Sebastian - si udang berisik dari dasar laut. Dengan aksen Jamaikanya dia menghibur kita dengan lagu yang menyenangkan itu. Kisah si Putri Duyung ini pun begitu menyentuh dan disuka oleh banyak orang hingga hari ini. Namun tahukah Anda bahwa kisah si Putri Duyung itu tidaklah seindah yang Anda tahu?

Dalam versi aslinya, Ariel si Putri Duyung - selama menjadi manusia - dibekali dengan pisau yang terselip rapi di balik rambutnya yang panjang dan tebal. Tujuannya sederhana : Jika ada orang yang mencurigai keberadaannya sebagai Putri Duyung, maka Ariel harus membunuh orang itu. Dia harus melakukan hal ini untuk melindungi jati dirinya, serta keselamatan kerajaan Neptunus dan spesies Mermaid di laut agar tidak menjadi buruan manusia.

Dalam perkembangan kisahnya, kisah cinta Ariel berakhir tragis. Cintanya bertepuk sebelah tangan, dan sang pangeran meninggalkannya untuk menikah dengan gadis lain. Hal ini membuat Ariel patah hati dan akhirnya memilih membunuh dirinya sendiri dengan pisau yang dibawanya.



Dari sinilah muncul istilah "Mermaid Tears" (Air mata Putri Duyung).
Hewan Sirenia - atau dikenal juga dengan sebutan Sapi Laut / Sea Cows - disebut pula dengan nama Putri Duyung karena memiliki morfologi tubuh yang mirip dengan gambaran Putri Duyung. Hewan laut ini sering terlihat mengeluarkan air mata. Dan kini Anda paham kan mengapa dia menangis?

Kisah mengharukan adik dan kakak


Roy Angel adalah ustadz miskin yang memiliki kakak seorang milyuner. Pada tahun 2009, ketika bisnis minyak bumi sedang mengalami puncak, kakaknya menjual padang rumput di Texas pada waktu yang tepat dengan harga yang sangat tinggi. Seketika itu kakak Roy Angel menjadi kaya raya.

Setelah itu kakak Roy Angel menanam saham pada perusahaan besar dan memperoleh untung yang besar. Kini dia tinggal di apartemen mewah di Jakarta dan memiliki kantor di Di sana. Seminggu sebelum Hari raya, kakaknya menghadiahi Roy Angel sebuah mobil baru yang mewah dan mengkilap.
.
Suatu pagi seorang anak gelandangan menatap mobilnya dengan penuh kekaguman.
"Hai.. nak" sapa Roy

Anak itu melihat pada Roy dan bertanya "Apakah ini mobil Tuan?" "Ya," jawab Roy singkat.
"Berapa harganya Tuan?"
"Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa".
"Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan yang punya mobil ini?" Gelandangan kecil itu bertanya penuh heran.
"Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak saya"
.
Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan bergumam, "Seandainya. ...seandainya. ..." Roy mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak kecil itu. "Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama seperti kakakku."


Ternyata Roy salah menduga, saat anak itu melanjutkan kata-katanya: "Seandainya. .. seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu....." Dengan masih terheran-heran Roy mengajak anak itu berkeliling dengan mobilnya.
.
Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya. Sampai satu kali anak itu berkata, "Tuan bersediakah mampir ke rumah saya ? Letaknya hanya beberapa blok dari sini". Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa yang ingin dilakukan anak ini. "Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada teman-temannya bahwa ia telah naik mobil mewah." pikir Roy . "OK, mengapa tidak", kata Roy sambil menuju arah rumah anak itu.
.
Tiba di sudut jalan si anak gelandangan memohon pada Roy untuk berhenti sejenak, "Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya akan segera kembali". Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot. Setelah menunggu hampir sepuluh menit, Roy mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobilnya, menatap rumah reot itu.
.
Pada waktu itu ia mendengar suara kaki yang perlahan-lahan. Beberapa saat kemudian anak gelandangan itu keluar sambil menggendong adiknya yang lumpuh. Setelah tiba di dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada adiknya: "Lihat... seperti yang kakak bilang padamu. Ini mobil terbaru. Kakak Tuan ini menghadiahkannya pada Tuan ini. Suatu saat nanti kakak akan membelikan mobil seperti ini untukmu".
.
Bukan karena keinginan seorang anak gelandangan yang hendak menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya yang membuat Roy tak dapat menahan haru pada saat itu juga, tetapi karena ketulusan kasih seorang kakak yang selalu ingin memberi yang terbaik bagi adiknya. Seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu.
.

Kiasah cinta nyata:Seorang pria muda meninggalkan pesan terakhirnya di Facebook sebelum bunuh diri

Seorang pria muda meninggalkan pesan terakhirnya di Facebook sebelum bunuh diri


Alviss Kong mendadak tenar di publik malaysia dalam sebulan terakhir ini, ini bukan karena dia baru saja memenangkan pemilihan kontes idol ataupun karena timnasnya baru saja memenangi leg pertama Indonesia vs Malaysia. Tapi karena Alviss Kong memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara yang sangat tragis yaitu melompat dari apartementnya pada tanggal 8 desember 2010 lalu.


Bila Alviss Kong melompat selayaknya tanpa alasan, mungkin publik malaysia tidak akan peduli tapi tragisnya sebelum Alviss memutuskan untuk bunuh diri, ia sempat melakukan update distatusnya untuk memberitahu bahwa ia akan melompat dalam waktu 45 menit yang akan datang. Mulanya tidak ada yang percaya dengan apa yang pria berumur 22 tahun itu lakukan, tapi ketika statusnya mulai dibalas dan dibaca oleh adiknya, semua mulai merasa cemas.


Sebelum melompat, Alviss seperti memberikan pesan terakhir kepada adik-adiknya dan ibunya, adiknya(chelvin kong) yang pada awalnya berpikir sang kakak bercanda akhirnya mulai merasa ada yang tak beres, karena tinggal jauh di Brunai, ia mencoba untuk mengontak ayah dan ibunya, sayangnya kedua orang tua Alviss sedang pergi ke undangan dan tidak dapat menerima panggilan sang adik, karena merasa cemas sang adik meminta sahabatnya untuk mengecek apartement sang kakak, betapa terkejutnya ketika sang teman menemukan Alviss benar-benar bunuh diri melompat dari lantai 14 apartementnya.


Ia masih sempat bernafas saat itu, sayang ketika dibawa ke dokter 14 jam kemudian Alviss dinyatakan meninggal. Alvis bukan tanpa alasan melakukan bunuh diri, setelah diselediki, ternyata ia bunuh diri karena ditinggalkan oleh kekasihnya yang baru saja memutuskan hubungannya sejak 4 bulan lalu tanpa alasan. Alviss merasa sangat frustasi apalagi ditambah dengan diketahuinya sang kekasih telah memiliki pasangan lain. Sebelum ia memutuskan bunuh diri, Alviss sempat berpose dengan wajah mengeluarkan air mata dan foto itulah yang menjadi kenangan terakhir orang-orang yang melihatnya.
alviss kong menangis sebelum bunuh diri
“Seperti seorang pria yang penuh menderita karena cinta“ itu pandangan saya ketika melihat foto itu. mungkin hal yang sama di katakan oleh orang-orang malaysia yang ikut bersimpatik padanya, halaman facebooknya langsung menjadi hit list dimana-mana karena banyak orang yang ingin melihat sosok pria malang itu. ketiika Facebook melakukan penghapusan accountnya, malah muncul facebook untuk mengenang Alviss kong yang jumlahnya mencapai puluhan ribu.

Memang terkadang, sulit bila kita bayangkan, apa dan mengapa seseorang ingin berkorban demi cinta walau harus membayar dirinya dengan kematian. Alviss kong sepertinya paham betul bahwa apa yang ia lakukan akan menjadi beban berat bagi sang mantan kekasih yang langsung mendapat hujatan publik malaysia. Ia meninggalkan setidaknya 4 Pesan untuk mereka yang ia tinggalkan.

1. Kepada adik perempuannya : Adikku, kau harus tau, aku sangat menyanyangimu walaupun aku tidak pernah tau bagaimana menunjukkan padamu.

2. Kepada adik terkecilku : tumbuhlah menjadi dewasa dan selalu menyanyangimu.

3. Kepada orang tuaku: aku mencintaimu ibu dan ayah, jagalah diri kalian selalu, maafkan semua kesalahan yang pernah kubuat.

4. Kepada mantan kekasihku (binlui); apa yang aku lakukan adalah pilihan yang aku tentukan, ini bukan salahmu tapi salah keadaan yang membuatku tak dapat bertahan.

status facebooknya sebelum mengakhiri hidup
Dalam blog pribadinya juga, Alvis juga banyak menyatakan perasaan sedihnya karena ditinggalkan oleh kekasihnya, oleh mengapa itu publik bisa berpikir membenci sang mantan karena Alvis menuliskan

“ Kau selalu bilang mencintaiku dan itu yang aku selalu nantikan, tapi ketika itu kudapatkan malah kau kini bersama yang lain.”

Sungguh membuat saya terharu, terkadang cinta membawa duka bagi siapapun yang ditinggalkan, saya amat prihatin dengan keputusan Alvis Kong. Setidaknya apa yang ia lakukan walaupun baginya keputusan baik, bagi kita yang melihatnya adalah perbuatan yang sangat sulit diterima. Saya selalu ingat apa yang pernah saya katakan ketika pernah membuat kisah sejenis, seorang pria yag hendak bunuh diri karena ditinggalkan kekasih. Tapi ia beruntung, berhasil mengurungkan niatnya ketika bertemu Angel. Dan kata Angel untuknya.
kekasih yang diduga memicu alvis bunuh diri
“ Ingatlah, Hidupmu hanya sekali dan cintamu akan berkali-kali hadir dalam hidupmu, jadi sayangilah hidupmu. Karena ketika kau berakhir di dunia ini, mungkin kau akan menyesal kehilangan cinta lain yang ada dalam hidupmu. Jangan mau mati karena orang yang tak pernah mencintaimu, itu hanya akan membuatmu menyesal seumur hidupmu walaupun ketika kau mati, kau tidak akan merasakan hal itu “ kata Angel dalam kisah “ Cinta itu bodoh”.

Akhir kata, saya turut berduka cinta untuk Alvis Kong dan semoga pelajaran ini membuat kalian yang berada dalam keadaan sama dapat mengambil keputusan yang baik dan tidak berpikiran sempit. Karena cinta,

Bukan untuk membuat kita tertinggal di dunianya..

dan buat seseorang yang memang terlahir untuk menjadi manusia yang baik. janganlah engkau memberikan harapan kepada orang yang tidak kamu cintai dan membuat orang lain terluka karena cintamu, karena bagi seseorang yang berharap denganmu, cintamu adalah segalanya.

semoga pelajaran alviss bisa membuat kita intropeksi untuk lebih menghargai hidup dan cinta dan simpatik kami indonesia untukmu 

Seekor Keledai Dan Sumur Tua

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur tua. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, si petani memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya), jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya.

Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.

Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur. Si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !

THINGS TO LEARN

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran.

Cara untuk keluar dari "sumur" (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah.

Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !

Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :
  1. Bebaskan dirimu dari kebencian
  2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan.
  3. Hiduplah sederhana.
  4. Berilah lebih banyak.
  5. Berharaplah lebih sedikit.
  6. Tersenyumlah.
  7. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum

Michael Jackson !!

Deng Xiaoping, seorang pria Taiwan yang sangat kaya tetapi tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris tiba di airport New York.

Setelah mengantri di imigrasi, saat mencap paspor, petugas menanyakan beberapa pertanyaan untuk mengetahui kunjungannya ke USA .

Pertanyaan pertama imigrasi: "Apa nama terakhir dari Presiden Pertama kami?"

Karena tidak mengerti bahasa Inggris dengan baik, dia menduga bahwa petugas menanyakan nama keluarganya (surname). Lalu dia menjawab: "Wo xing Deng (dibaca: wo sing Teng)." Dalam Mandarin berarti: "Marga saya Deng"). Fyi, dalam budaya Chinese, orang Chinese selalu memperkenalkan marganya dulu saat kenalan pertama kali.

Petugas mendengar "Washington! " (sama bunyinya) lalu dia melanjutkan ke pertanyaan ke-2: "Untuk apa kamu mau pergi ke US?"

Pikirnya, secara logis tentu sekarang dia menanyakan nama saya. Lalu dia menjawab: "Xiaoping."

Petugas mendengar : "Shopping!"

Pertanyaan ke-3: "Kendaraan apa yang kamu kendarain di Taiwan?"

Turis itu berpikir, dia ditanyakan statusnya di Taiwan, dan menjawab dalam bahasa Hokkien: "Bo bo.” (dalam Hokkien berarti: "Belum beristri").

Dan petugas mendengar: "Volvo!" lalu dia tersenyum dengan hormat dan bertanya lagi.Pertanyaan ke-4: "Siapa penyanyi pop yang paling terkenal di USA?”

Saat ini lelaki Taiwan sudah mulai tidak sabar dan mulai berkata dengan keras dalam bahasa Hokkien: "Mai Ko Cai Seng." (arti: "Jangan main-main lagi dengan saya").

Petugas mendengar: "Michael Jackson!"

Kagum akan pengetahuan si turis, petugas mencap paspornya.

3 Permintaan

Seorang wanita sedang bermain golf suatu hari dan kemudian dia memukul bola masuk ke pepohonan.

Dia pergi ke pepohonan tersebut untuk mencari bola golf dan dia menemukan seekor katak yang terperangkap.

Si katak berkata kepadanya, “Kalau kau melepaskan aku dari perangkap ini, aku akan mengabulkan tiga permintaanmu.”

Si wanita membebaskan si katak. Si katak berkata, “Terima kasih, tapi aku lupa mengatakan kepadamu ada akibat dari permintaan-permintaan tersebut. Apapun yang kau minta, suamimu akan mendapatkan 10 kali lipatnya.”

Sang wanita, yang memang punya suami yang menyebalkan, berkata “Itu tidak masalah.”

Untuk permintaan pertama, dia minta untuk menjadi wanita yang paling cantik di dunia dari seluruh wanita di dunia.

Si katak memperingatkannya, “Kamu sadar ‘kan kalau permintaan ini juga akan mengakibatkan suami kamu menjadi orang yang paling tampan di antara semua pria di dunia lipat 10. Wanita-wanita akan mengelilinginya?”

Si wanita berkata, “Tidak masalah, karena aku akan menjadi wanita tercantik di dunia, dia dan pria lain akan memperhatikan aku.”

Lalu, CLING, si wanita menjadi wanita tercantik di dunia, sementara suaminya menjadi pria yang ketampanannya 10 kali lipat.

Untuk permintaan kedua si wanita meminta untuk menjadi wanita terkaya di seluruh dunia.

Si katak berkata, “Itu akan membuat suamimu menjadi orang paling kaya di dunia. dan kekayaannya 10 kali lipat dari kekayaanmu.”

Si wanita berkata, “Tidak masalah, karena kami masih suami-istri, miliknya adalah milikku dan milikku adalah miliknya.”

Lalu, CRING, dia menjadi wanita terkaya di dunia. Sementara suaminya mendapatkan kekayaan 10 kali lipatnya.

Si katak bertanya tentang permintaan terakhirnya, dan dia menjawab, “Aku menginginkan serangan jantung ringan.”

Moral dari cerita ini: Wanita itu pandai, jangan main-main dengan mereka!

PERHATIAN!! Bagi para pembaca WANITA: Ini adalah akhir dari lelucon bagi kalian. Berhentilah dan tetaplah merasa nyaman.

Pada pembaca PRIA: Baca terus…

…..
…..
…..

Lalu, DUAGH, si wanita terkena serangan jantung ringan, sementara sang suami terkena serangan jantung yang 10 kali LEBIH RINGAN dari istrinya.

Aku dan Si Bisu

Bosan aku di rumah,. Setiap hari hari harus mendengar omelan ibu, rengekkan adik perempuanku. Masalah sebenarnya sepele saja, bersih-bersih rumah. Sedangkan aku tidak mau meninggalkan kegiatanku hanya untuk rutinitas rumah yang sepele itu, yang ujung-ujungnya bisa membuat omelan ibu bertambah panjang. Kalau sudah begitu, aku langsung bersumpah dalam hati, besok kalau aku sudah berkeluarga, aku akan memanggil pembantu saja untuk mengurusi semua tetek bengek urusan pekerjaan rumahku. Aku benar-benar dongkol dan trauma karna omelan ibu. Apakah para ibu, selalu mengomel seperti itu. Tuhan selamatkan aku dari rumah yang hampir kiamat ini.
“Bang, es tehnya satu!” teriakku pada penjual es yang ada di depan sekolahku. Enak banget si Lina itu ya, tiap hari diantar pakek mobil, ber-AC lagi, seandainya aku punya mobil seperti dia, pasti sekarang gak bakalan terpanggang panas matahari seperti ini. Ya, sesuatu yang aku impi-impikan setiap hari. Sebenarnya aku punya motor di rumah, tapi ibu melarangku membawanya, alasannya aku belum cukup gede lah, takut bahayanya. Apakah setiap ibu juga selalu kuatir berlebihan seperti itu? Hah,.. menjengkelkan.
Aku duduk sambil menyeruput es tehku yang semakin nikmat saja. Wah enak sekali. Sangat sejuk ditenggorokanku yang sudah kering kerontang. Sesekali aku membalas lambaian teman-temanku yang sedang mengayuh sepedanya. Kalau saja rumahku dekat dengan sekolah, aku juga mau mengayuh sepeda seperti itu. Tapi sayangnya rumahku terlalu jauh, jadi aku harus menunggu angkot yang jurusannya searah dengan rumahku.
Angkot jurusanku sudah datang, dengan tergesa-gesa aku membayar es tehku, dan segera berlari sekencang-kencangnya, agar aku mendapat bangku kosong yang nyaman. Aku lihat sudah ada 3 penumpang di dalam angkot. Di depan sebelah pak sopir satu, dekat jendela belakang satu, dan di saebelahku, di dekat pintu, satu. Seorang gadis seumuranku, tapi anehnya dia tidak berseragam sekolah sepertiku. Ditangannya membawa keranjang besar yang ditutup kain. Kulit gadis itu coklat terbakar matahari. Sebenarnya dia gadis yang agak cantik, tapi pakaiannya lusuh, pokoknya yang jelas dia benar-benar tak memperhatikan penampilan, di benakku langsung terlintas, daripada bengong lebih baik aku ajak saja dia bicara”
“ Wah, panas ya”
“.. Tidak ada suara jawaban, hanya anggukan”
Menyebalkan sekali gadis ini, bisa-bisanya membalas sapaanku dengan anggukan saja. Tapi aku tetap saja mengajaknya bicara.
“ Rumahmu dimana?” masih Jauh?
“…Tidak ada jawaban, dan lagi-lagi dia mengangguk
Rupanya cuaca panas sudah membuat orang malas bicara, gerutuku dalam hati. Karena dia diam, akhirnya dengan terpaksa aku diam juga.
“Bruak..!” terdengar sopir membanting pintu angkotnya, maklum angkot tua, jadi kayaknya pintu juga sudah agak rusak, tidak akan tertuup rapat bila tidak dibanting. Tapi suara bantingan itu, selalu saja membuat aku dan seluruh isi penumpang angkot ini kaget setengah mati, cuman gadis itu yang agaknya kagetnya telat. Kasihan pak sopir dia hanya bisa menemukan satu penumpang lagi setelah 3 penumpang yang ada di angkotnya, jadi total penumpang ada 4, dan jelas masih banyak bangku yang kosong. Terdengar samar-samar suara pak sopir menggerutu, jelas saja penumpang hanya sedikit, masalahnya harga BBM baru saja naik dan tarif angkotpun ngikut naik. Angkotpun mulai berjalan.
Dalam hati aku bersyukur, untung saja ayahku bukan sopir angkot. Kalau ayahku sopir angkot, bagaimana dia akan menghidupi istri dan ketiga anaknya. Tapi meski begitu aku sedih juga jarang bertemu dengan ayahku, karena proyeknya selalu di luar kota dan butuh waktu berbulan-bulan untuk bertemu dengan ayahku, dan itupun hanya sebentar, karena ayahku harus cepat-cepat lagi kembali kerja di kota lain..kasihan juga ayahku, beliau pasti juga sedih karena jarang bertemu dengan keluarga tercintanya.
“Tiit”…suara bel angkot berbunyi, tanda ada penumpang yang akan turun, tapi kenapa angkot ini terus melaju? Rupanya pak sopir melamun sampai tak mendengar suara bel. “Dug-dug-dug, gadis disebelahku mengetok-ngetok lagit-langit angkot, tapi pak sopir tetap saja asyik melamun atau mungkin lagi konsentrasi mencari-cari calon penumpang, kenapa gadis ini tidak teriak sih? Pikirku. Sebelum angkot melaju lebih jauh lagi, “kiri pak-kiri pak”, spontan saja aku teriak. Angkotpun langsung berhenti. Gadis itu menoleh sekilas padaku. Lalu ia membayar ongkos angkot kepada pak sopir, “Kurang 1000 dek”, BBM naek” kata pak sopir pada gadis itu. Kulihat wajah gadis itu panik, dan ia melihat isi dompetnya yang kosong, lalu melambaikan tangannya pada pak sopir, dan dengan suara yang tergagap-gagap dan sangat gagu dia mencoba menjelasakan pada pak sopir dengan gerakan tangannya dan raut mukanya. Aku baru sadar, bahwa gadis itu bisu, pak sopir mulai menggerutu. “Sudah pak , saya yang membayar kekurangannya” kataku pada pak sopir. Gadis itu tersenyum padaku, akupun membalasnya. Sedangkan pak sopir menjalankan angkotnya kembali. Maklum saja pak sopir bersikap seperti itu, pasalnya dia harus mengejar setoran. Sepuluh menit kemudian aku sudah sampai di gang rumah, akupun membayar ongkos angkot lengkap dengan kekurangan gadis itu tadi.
Sampai di rumah aku langsung merebahkan diri di sofa, nyaman sekali. Tapi kenyamanan itu berubah jadi ketidak nyamanan, karena omelan ibuku, masalahnya simple, karna aku tidak segera melepaskan seragamku. Hah…menyebalkan.
Beberapa hari kemudian sewaktu pulang sekolah, aku kebetulan bertemu dengan gadis itu lagi di angkot, ia tersenyum ramah kepadaku, dan langsung menyerahkan uang 1000 padaku, langsung saja aku menolaknya.
“ Anggap saja sebagai tanda persahabatan” kataku sambil sedikit bingung dan tertawa, karna aku harus bicara padanya dengan suaraku yang kuikuti juga dengan gerakan-gerakan tanganku berharap supaya gadis itu memahami maksudku. Dia menjawab terimakasih dengan susah payah dan tergagu-gagu. “Kok kamu nggak sekolah?”. Dia menjawab dengan kata-kata yang kurang aku pahami. Karena melihatku melongo, gadis itu segera tahu kalau aku tidak memahami perkataannya, lantas dia mengambil sebuah buku sejenis note book dan bolpoin, dan ternyata bukunya itu penuh dengan coretan-coretan huruf dan angka-angka, lau ia mulai menulis. Sudah tiga hari aku membolos sekolah. Wajar saja aku kaget, wajah selugu itu kenapa suka bolos, lalu aku menuliskan pertanyaan di bawah tulisannya.
“Mengapa membolos?”
Sudah empat hari ini ibuku sakit, jadi aku harus menggantikannya berjualan kolak pisang diterminal, kalo gak gitu kami gak bisa makan dan gak ada yang bisa buat bayar biaya sekolahku.
“Jadi, keranjang yang kamu bawa ini isinya kolak pisang?
“Iya, kamu pikr apa?”
“Bom”
Lalu kami berduapun tertawa, dan tiba-tiba terlintas di benakku bayangan kolak pisang, wah pasti enak sekali, apalagi panas-panas begini, langsung saja aku menuliskan kata-kata di note booknya lagi
Boleh aku mencicipi kolak pisangmu? Jangan kuatir pasti kubayar, lalu jawabnya.
Boleh, gak kamu bayarpun gak papa, aku kan punya hutang Rp.1000 ke kamu, tapi sayang sekali aku suda hampir sampai, jadi acara mencicipi kolak pisangnya besok saja ya? Dalam hati aku kecewa, padahal aku sudah ingin sekali makan kolak pisang, tapi setelah aku pikir-pikir, mana mungkin makan kolak pisang di dalam angkot, kan ribet banget nantinya, dan langsung terlintas di benakku, bagaimana kalau aku mampir ke rumahnya.
“Kalau gitu, aku mampir ke rumahmu ya?
Terlihat di wajahnya ia sangat terkejut, tapi ia segera menganggukkan kepala setelah aku paksa.
Rumah gadis itu sempit sekali, tidak ada ruang tamu, tapi satu ruangan berisi kamar ukuran kecil sekali yang diabatasi tirai kelambu dengan ruang makan dan sebagainya. Ia hanya tinggal berdua saja dengan ibunya. Sambil menikmati kolak pisang aku mengobrol dengannya meski aku harus bersabar menunggu jawabannya, yang ia tumpahkan dalam tuilisan di note booknya yang halaman depannya penuh beerisi coretan hitung-hitungan hasil penjualan kolak pisangnya.
“Oh iya, ibumu mana?”
Di kamar sedang tidur.
“Kalau boleh tau , ibumu sakit apa?
“Mungkin karena kecapekan, karena berdesak-desakkan mengambil BLT. Hari pertama ibu, terpaksa harus kembali dengan tangan kosong, karna pembagian BLT harus dilanjutkan keesokkan harinya. Hari kedua baru ibu dapat mencairkan dana tersebut, hasilnya, 2 hari ibu tidak bisa berjualan kolak dan 2 hari ibu harus berdesak-desakkan. Sampai-sampai, sepulangnya, badan ibu langsung panas.
Kasihan sekali gadis ini, harus menanggung beban seberat itu. Hebatnya dia tidak mengeluh, meski harus menggantikan ibunya berjualan kolak pisang di terminal. Diam-diam aku sangat malu atas sikapku kepada ibu. Berkali-kali aku mengatainya cerewet. Tuhan..maafkan kesalahanku, cerewetnya ibu, mungkin itu kebaikkan untukku.
Sesampai di rumah, tanpa disuruh aku langsung melepas seragam, dan meletakkan sepatu pada tempatnya, tidak tanggung-tanggung aku menyapu dan mencuci piring tanpa disuruh, dan ternyata ada kepuasan sendiri untukku. Ibu melihatku dengan terheran-heran, anehnya beliau tidak berkomentar. Aku jadi merindukan komentar cerewetnya. Saat ibu tertidur, diam-diam aku melihat wajahnya, kasihan ibu harus merawat ketiga anaknya sendiri, tanpa ayahku, karena pekerjaan beliau yang sering keluar kota. Pantas saja beliau sering cerewet masalah kedisiplinan. Terbayang, seandainya ibu sudah tidak ada, aku pasti sudah gila, aku takut sekali jika membayangkan hal itu. Dulu sekali, aku sering melihat ibu ketika ibu tidur, kadang aku memastikan dadanya yang naik turun, karna bernafas, dan pernah suatu saat aku panik ketika dadanya tidak bergerak sama sekali, maka langsung saja kau mengguncang tubuh ibu. Dan ketika ibu terbangun dengan terkaget-kaget, aku segera lari menjauh, tanpa meninggalkan penjelasan sama sekali kepada ibu. Mengapa aku membangunkannya sekeras itu. Dan pastinya ibu sudah marah-marah karna aku sudah membuatnya kaget. Dan aku bersyukur sekali ibuku masih baik-baik saja.
Gadis bisu itu sudah memberikan pelajaran yang sangat berharga untukku. Bagiku dia benar-benar gadis luar biasa yang pernah aku kenal. Aku akan sangat-sangat berterimakasih padanya. Dia sudah merubah rumahku, yang selama ini aku anggap hampir kiamat, menjadi istana yang sangat nyaman bagiku.

By Niens

Abu Nawas mendemo tuan Kadi



Pada suatu sore, ketika Abu Nawas sedang mengajar murid-muridnya. Ada dua orang tamu datang ke rumahnya. Yang seorang adalah wanita tua penjual kahwa, sedang satunya lagi adalah seorang pemuda berkebangsaan Mesir.

Wanita tua itu berkata beberapa patah kata kemudian diteruskan dengan si pemuda Mesir. Setelah mendengar pengaduan mereka, Abu Nawas menyuruh murid-muridnya menutup kitab mereka.

"Sekarang pulanglah kalian. Ajak teman-teman kalian datang kepadaku pada malam hari ini sambil membawa cangkul, penggali, kapak dan martil serta batu."

Murid-murid Abu Nawas merasa heran, namun mereka begitu patuh kepada Abu Nawas. Dan mereka merasa yakin gurunya selalu berada membuat kejutan dan berada di pihak yang benar.

Pada malam harimya mereka datang ke rumah Abu Nawas dengan membawa peralatan yang diminta oleh Abu Nawas.

Berkata Abu Nawas,"Hai kalian semua! Pergilah malam hari ini untuk merusak Tuan Kadi yang baru jadi."

"Hah? Merusak rumah Tuan Kadi?" gumam semua muridnya keheranan.

"Apa? Kalian jangan ragu. Laksanakan saja perintah gurumu ini!" kata Abu Nawas menghapus keraguan murid-muridnya. Barangsiapa yang mencegahmu, jangan kau perdulikan, terus pecahkan saja rumah Tuan Kadi yang baru. Siapa yang bertanya, katakan saja aku yang menyuruh merusak. Barangsiapa yang hendak melempar kalian, maka pukullah mereka dan iemparilah dengan batu."

Habis berkata demikian, murid-murid Abu Nawas bergerak ke arah Tuan Kadi. Laksana demonstran mereka berteriak-teriak menghancurkan rumah Tuan Kadi. Orang-orang kampung merasa heran melihat kelakukan mereka. Lebih-lebih ketikatanpa basa-basi lagi mereka iangsung merusak rumah Tua Kadi. Orang-orang
kampung itu berusaha mencegah perbuatan mereka, namun karena jumlah murid-murid Abu Nawas terlalu banyak maka orang-orang kampung tak berani mencegah.

Melihat banyak orang merusak rumahnya, Tuan Kadi segera keluar dan bertanya,"Siapa yang menyuruh kalian merusak rumahku?"

Murid-murid itu menjawab,"Guru kami Tuan Abu Nawas yang menyuruh kami!"

Habis menjawab begitu mereka bukannya berhenti malah terus menghancurkan rumah Tuan Kadi hingga rumah itu roboh dan rata dengan tanah.

Tuan Kadi hanya bisa marah-marah karena tidak orang yang berani membelanya "Dasar Abu Nawas provokator, orang gila! Besok pagi aku akan melaporkannya kepada Baginda."

Benar, esok harinya Tuan Kadi mengadukan kejadian semalam sehingga Abu Nawas dipanggil menghadap Baginda.

Setelah Abu Nawas menghadap Baginda, ia ditanya. "Hai Abu Nawas apa sebabnya kau merusak rumah Kadi itu"

Abu Nawas menjawab,"Wahai Tuanku, sebabnya ialah pada sliatu malam hamba bermimpi, bahwasanya Tuan Kadi menyuruh hamba merusak rumahnya.

Sebab rumah itu tidak cocok baginya, ia menginginkan rumah yang lebih bagus lagi.Ya, karena mimpi itu maka hamba merusak rumah Tuan Kadi."

Baginda berkata," Hai Abu Nawas, bolehkah hanya karena mimpi sebuah perintah dilakukan? Hukum dari negeri mana yang kau pakai itu?"

Dengan tenang Abu Nawas menjawab,"Hamba juga memakai hukum Tuan Kadi yang baru ini Tuanku."

Mendengar perkataan Abu Nawas seketika wajah Tuan Kadi menjadi pucat. la terdiam seribu bahasa.

"Hai Kadi benarkah kau mempunyai hukum seperti itu?" tanya Baginda.

Tapi Tuan Kadi tiada menjawab, wajahnya nampak pucat, tubuhnya gemetaran karena takut.

"Abu Nawas! Jangan membuatku pusing! Jelaskan kenapa ada peristiwa seperti ini !" perintah Baginda.

"Baiklah ...... "Abu Nawas tetap tenang. "Baginda.... beberapa hari yang lalu ada seorang pemuda Mesir datang ke negeri Baghdad ini untuk berdagang sambil membawa harta yang banyak sekali. Pada suatu malam ia bermimpi kawin dengan anak Tuan Kadi dengan mahar (mas kawin) sekian banyak. Ini hanya mimpi Baginda. Tetapi Tuan Kadi yang mendengar kabar itu langsung mendatangi si pemuda Mesir dan meminta mahar anaknya. Tentu saja pemuda Mesir itu tak mau membayar mahar hanya karena mimpi. Nah, di sinilah
terlihat arogansi Tuan Kadi, ia ternyata merampas semua harta benda milik pemuda Mesir sehingga pemuda itu menjadi seorang pengemis gelandangan dan akhirnya ditolong oleh wanita tua penjual kahwa."

Baginda terkejut mendengar penuturan Abu Nawas, tapi masih belum percaya seratus persen, maka ia memerintahkan Abu Nawas agar memanggil si pemuda Mesir. Pemuda Mesir itu memang sengaja disuruh Abu Nawas menunggu di depan istana, jadi mudah saja bagi Abu Nawas memanggil pemuda itu ke hadapan Baginda.

Berkata Baginda Raja,"Hai anak Mesir ceritakanlah hal-ihwal dirimu sejak engkau datang ke negeri ini."

Ternyata cerita pemuda Mesir itu sama dengan cerita Abu Nawas. Bahkan pemuda itu juga membawa saksi yaitu Pak Tua pemilik tempat kost dia menginap. "Kurang ajar! Ternyata aku telah mengangkat seorang Kadi yang bejad moralnya."

Baginda sangat murka. Kadi yang baru itu dipecat dan seluruh harta bendanya dirampas dan diberikan kepada si pemuda Mesir.

Setelah perkara selesai, kembalilah si pemuda Mesir itu dengan Abu Nawas pulang ke rumahnya. Pemuda Mesir itu hendak membalas kebaikan Abu Nawas.

Berkata Abu Nawas,"Janganlah engkau memberiku barang sesuatupun kepadaku. Aku tidak akan menerimanya sedikitpun jua."

Pemuda Mesir itu betul-betul mengagumi Abu Nawas. Ketika ia kembali ke negeri Mesir ia menceritakan tentang kehebatan Abu Nawas itu kepada penduduk Mesir sehingga nama Abu Nawas menjadi sangat terkenal.

Humor

 
© Copyright Hidup Sang Blogger 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.